Jumat, 04 November 2011
Sabtu, 29 Oktober 2011
about DORAEMON
Cerita di bawah ini menjelaskan tentang asal-usul Doraemon. Mengapa dia tidak mempunyai kuping, mengapa dia takut tikus dan beberapa mengapa-mengapa lainnya.










- Doraemon adalah sebuah robot kucing yang dibuat pada tanggal 3 September 2112
- Produksi massal berbagai macam tipe robot terjadi pada abad ke 22.
Di sebuah pabrik yang tidak jauh dari Tokyo, diproduksilah robot-robot kucing

- Karena sebuah kecelakaan, Doraemon kurang 1 sekrup dibanding robot kucing lainnya dan menjadi barang kelas dua.
- Selama proses produksi, kesalahan terjadi pada salah satu robot.

- Walau Doraemon tidak begitu baik dalam study-nya.
- Robot ini lalu dikirim ke Akademi Robot untuk dilatih sebagai robot rumah tangga.

- Dia bisa lulus juga pada akhirnya.
- Tetapi, tidak semuanya berjalan mulus bagi Doraemon.
Doraemon gagal dalam semua ujiannya.
(Perhatikan angka 0 pada kertas ulangannya!!)

- Dan menjadi pengasuh dari keturunan Nobita.
- Akibatnya, Doraemon dilelang dan ditawar oleh sebuah keluarga miskin. Dia harus bekerja sebagai babysitter.

- Pada suatu hari, ketika Doraemon sedang tidur siang, kupingnya digigit oleh seekor tikus robot.
- Pada suatu hari, saat Doraemon sedang asyik tidur siang, sebuah robot tikus menggigit kedua daun telinganya.
(Catatan: Sumber lain mengatakan bahwa robot tikus tersebut merupakan milik Sewashi, Nobita great great grandson)

- Musibah ini membuat Doraemon sangat sedih dan menangis selama 10 hari.
- Doraemon menangis…. dan terus menangis…

- Air mata membuat warna aslinya yang kuning terang menjadi luntur…
- Air matanya menghapus warna tubuhnya…

Doraemon berubah menjadi apa yang kita kenal sekarang: sebuah robot kucing biru tanpa daun telinga!

keberanian
“ketika seorang samurai sejati berperang, dia mempersiapkan diri untuk mati, tetapi yang sering terjadi justru musuhnya yang mati.”
“Hidup ini hanya sekali, jadilah manusia luar biasa, jangan menjadi orang biasa.”
“Banyak orang mati dari leher ke atas, karena tidak berani mempunyai impian yang tinggi.”
“Banyak bakat terpendam dikarenakan tidak berani menghadapi kegagalan, tidak berani mencoba, padahal kita belum tau bagaimana hasilnya.”
“Mau berhasil atau tidak, itu bukanlah urusan manusia, itu urusan Tuhan. Sebagai manusia, kita seharusnya berusaha terus saja dan belajar.”
Langganan:
Postingan (Atom)